Kamis, 12 Januari 2012

cuaca ekstrim

Beberapa waktu belakanggan ini kita sering melihat perubahan cuaca yang sanggat ekstrim denggan anggin yang begitu kencang lalu di susul hujan dan tiba tiba matahari pun datang denggan teriknya dibawah ini beberapa contoh cuaca ekstrim :

Hujan Lebat
Hujan Es
Badai
Kekeringan
Puting Beliung
Badai Pasir
Dan lain-lain
Hujan Lebat
Jumlah hari hujan yang tercatat paling banyak melebihi harga rata-rata pada bulan yang bersangkutan di stasiun tersebut. Intensitas hujan terbesar dalam 1 (satu) jam selama periode 24 jam dan intensitas dalam 1 (satu) hari selama periode satu bulan yang melebihi rata-ratanya. Terjadi kecepatan angin > 45 km/jam dan suhu udara>35 C atau <15 C. Hujan Es Fenomen ini biasanya terjadi pada saat musim peralihan atau pada saat cuaca/hujan di musim hujan yang hujannya masih banyak terjadi pada siang atau malam hari, karena memang fenomenanya selalu terjadi setelah lepas pukul 13.00 – 17.00 namun demikian tidak mentup kemungkinan dapat terjadi pada malam hari. Badai Tropis (typhoon atau Tropical Cyclone) adalah pusaran angin kencang dengan diameter s/d 200 km/jam dan berkecepatan > 200 km/jam serta mempunyai lintasan sejauh 1000 km.
Badai Tropis yang tumbuh dekat dengan perairan Indonesia tidak mutlak selalu menimbulkan hujan, lebat, dan angin tergantung dari intensitas badai itu sendiri dan faktor sirkulasi udara di wilayah Indonesia.
Sebab-Sebab Cuaca Ekstrim
Efek Rumah Kaca
Siklon Tropis
Pemanasan Global (masih dalam wacana)
El Nino, La Nino

Mitigasi Cuaca Ekstrim<
Untuk tingkat presipitasi tinggi :
Pembangunan waduk atau penampungan air,
Pelestarian kawasan resapan,
Pemindahan pemukiman yang rawan banjir ke dareah tinggi.
Untuk Badai
Memberikan penyuluhan/pemahaman kepada masyarakat terutama bagi masyarakat di tempat rawan.
Perencanaan evakuasi (jalur evakuasi, tempat evakuasi, pembuatan bunker bila perlu)
Pemberian informasi yang jelas apabila akan ada badai untuk evakuasi dini.
Pembuatan rumah tipe dome yang tahan terhadap badai untuk meminimalisir dampak kerusakan.
Untuk Kekeringan
Pembuatan waduk yang selanjutnya air simpanannya dapat digunakan sebagai pengairan,
Pembuatan dan pemanfaatan rainwater harvesting di setiap bangunan,
Pembuatan sumur bor yang menghasilkan air tanah sebagai sumber penghidupan selain dari air hujan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar